Sabtu, 02 Juni 2018

ANALASIS MASALAH SISWA
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Khusnul Fajriyah, S.Pd., M.Pd.




Disusun oleh :
Riska Safitri (15120337)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2018



 
 BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
    Dalam rangka perkembangan dan kehidupan manusia sangat mungkin akan timbul adanya suatu permasalahan. Baik timbul dari tiap individu, kelompok, maupun lingkungan masyarakat. Sehingga perlu duadakannya bimbingan sebagai suatu usha untuk membantu individu maupun kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan. Dalam melakukan bimbingan ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan bimbingan yaitu memahami individu secara keseluruhan, baik masalah maupun ltar belakangnya. Diharapkan peserta didik mendapatkn bimbingan yang tepat.

     Untuk memahami peserta didik secara lebih mendalam, maka perlu adanya mengumpulkan data tentang peserta didik, seperti perkembangan individu, lingkungan sosial ataupun keluarga, masalah belajar yang dihadapi,dll. Dalam rangka mencari informasi peserta didik diperlukan adanyasuatu teknik atau metode pengumpulan data atau fakta-fakta yang terkait dengan permasalahan.

B. Tujuan
    1. Untuk mengetahui masalah belajar peserta didik.
    2. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang keadaan pribadi siswa yang dianggap mempunyai masalah belajar.
    3. Membantu siswa dalam memecahkan masalah dan mengembangkan potensi belajar siswa secara optimal.

C. Manfaat
    1. Memberikan kesempatan pada penulis untuk mempelajari, mengamati, dan mengkaji suatu permasalahan yang dihadapi peserta didik.
    2. Membantu siswa supaya dapat memahami kemampuan dirinya dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa.





BAB II
PEMBAHASAN

A. Profil Anak Berperilaku Bermasalah



Nama : Deant Renno Earldvalda
TTL : Semarang, 22 Januari 2008
Usia : 10 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Ngembel kidul, Tanggungharjo, Grobogan
Saudara kandung : 2
Keadaan Sosial Ekonomi : Baik
Situasi Belajar di Rumah : Kurang
Bahasa Sehari-hari : Jawa

B. Jenis Masalah yang Dihadapi
     Masalah yang di hadapi reno adalah kurangnya minat belajar pada dirinya di sekolahan maupun di rumah, fokus pemikirannya terpecah karena ingin bermain. Sehingga membuat reno prestasinya agak menurun dan tidak bisa peringkat atas, serta membuat reno setiap di rumah dan malam hari di marahi oleh orang tuanya.

C. Keadaan Siswa yang Mempunyai Masalah Belajar
     Pada fikiran reno hanya terdapat bermain karena saat belajar di sekolah maupun di rumah menurut dia membosankan, sedangkan jika bermain membuat dia merasa senang. Reno bukan siswa biasa dia siswa yang cerdas sering masuk 10 besar akan tetapi tidak bisa peringkat 1.

     Harapan orang tuanya bisa peringkat 1 akan tetapi setiap kali di suruh belajar reno tidak mau dan dia hanya mau bermain, dia hanya nurut dan mau belajar jika yang menyuruh ayahnya serta suasana hatinya sedang baik.

D. Memecahkan Masalah dan Mengembangkan Potensi Belajar Siswa
     Masalah reno adalah fokus pembelajarannya kurang dan dia hanya mau belajar jika suasana hatinya baik dan di suruh oleh ayahnya. Pemecahannya, yaitu :

1. Membuat susana belajar di sekitar reno merasa menyenangkan, dengan membuat suasana belajar di sekita reno menyenangkan di harapkan reno merasa senang serta mau belajar.
2. Memberikan inovasi belajar yang berbeda, dengan memberikan inovasi belajar yang berbeda di harapkan reno merasa pembelajaran yang sedang dia ikuti sangatlah tidak membosankan.
3. Memberikan motivasi saat belajar, dengan memberikan motivasi belajar diharapkan reno merasa tergugah hatinya untuk mau mengikuti terus pembelajaran maupun belajar di rumah.
Mengembangkan potensi belajar, yaitu :
 Dengan melakukan bimbingan lebih mendalam terhadap emosional reno dan melakukan penambahan pengetahuan karena masa sekarang reno masih bisa berkembang dalam pengetahuan.
Menyeimbangkan pengetahuan dan emosional reno, supaya pegetahuannya yang tinggi dan membuat emosionalnya rendah bukan malah tinggi yang membuat reno mudah terganggu belajarnya.



 BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masalah yang di hadapi reno adalah kurangnya minat belajar pada dirinya di sekolahan maupun di rumah, membuat hasil belajaranya kurang baik dan peringkat belajarnya tidak bisa naik. Akan tetapi dengan lebih memerhatikan dia dan bimbingan reno akan mulai minat belajar kembali.

B. Saran
1. Membuat susana belajar di sekitar reno merasa menyenangkan, dengan membuat suasana belajar di sekita reno menyenangkan di harapkan reno merasa senang serta mau belajar.
2. Memberikan inovasi belajar yang berbeda, dengan memberikan inovasi belajar yang berbeda di harapkan reno merasa pembelajaran yang sedang dia ikuti sangatlah tidak membosankan.
3. Memberikan motivasi saat belajar, dengan memberikan motivasi belajar diharapkan reno merasa tergugah hatinya untuk mau mengikuti terus pembelajaran maupun belajar di rumah.

Senin, 04 Desember 2017

Bagian-bagian Bunga dan Fungsinya

A. Akar

Akar merupakan bagian tumbuhan yang penting. Akar berada di dalam tanah. Fungsi atau kegunaan akar adalah sebagai berikut :
a.       Menancapkan tumbuhan ke dalam tanah
b.      Menyerap air dan mineral dari dalam tanah
c.       Sebagai tempat menyimpan makanan, misalnya pada tanaman wortel. lobak, dan ubi kayu.
Akar terdiri dari beberapa bagian yaitu :
  1. Rambut akar (bulu akar) berguna untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah
  2. Tudung akar, berguna untuk melindungi akar pada waktu menembus tanah.
Menurut bentuknya, akar dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :
a. Akar serabut, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping satu, misalnya akar kelapa, akar pepaya. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang. Ukuran bagian pangkal dan ujung akar serabut hampir sama.
b. Akar Tunggang, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping dua, misalnya akar kopi, mangga, dan asam. Akar tunggang mempunyai akar pokok. Akar pokok itu bercabang-cabang sehingga menjadi akar-akar yang lebih kecil. Namun demikian, tumbuhan berkeping dua yang ditanam dengan cara dicangkok tidak mempunyai akar tunggang. Tumbuhan berkeping dua yang dicangkok akan mempunyai akar serabut.
Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar khusus. Akar itu mempunyai sifat dan kegunaan khusus. Beberapa akar khusus adalah sebagai berikut :
  1. Akar Gantung. Akar gantung tumbuh pada bagian tumbuhan yang berada di atas tanah. Akar itu kemudian menggantung di udara, misalnya akar gantung pada pohon beringin.
  2. Akar Pelekat. Akar pelekat tumbuh pada bagian batang. Akar tersebut berguna untuk menempelkan tumbuhan itu pada kayu, tembok, atau tumbuhan lain, misalnya akar pada tumbuhan sirih dan lada.
  3. Akar Tunjang. Akar tunjang tumbuh pada bagian bawah batang. Akar itu tumbuh ke segala arah, gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah, misalnya akar pada pohon pandan.
  4. Akar Napas. Akar napas merupakan cabang-cabang dari akar tumbuhan tersebut. Akar itu tumbuh ke atas sehingga muncul di permukaan tanah atau air. Akar napas berguna untuk keluar masuknya udara ke dalam tumbuhan, misalnya akar pohon bakau.

B. Batang


Pada tumbuhan, batang terletak di atas akar. Bentuk dan warna batang berbeda-beda pada setiap tumbuhan. Ada batang yang mempunyai bentuk bulat, ada pula yang tidak beraturan. Ada batang yang berwarna hijau, ada pula yang berwarna cokelat.

1. Struktur Batang.
   Pada umumnya, batang mempunyai bentuk yang bulat seperti pohon kelapa dan bambu. tetapi, pohon lain memiliki batang yang tidak beraturan. Misalnya, batang pohon ubi jalar tumbuh ke arah samping atau rebah. Sementara itu, batang pepaya tumbuh tegak ke atas. selain itu, ada pula batang yang bercabang seperti pohon mangga. Adapula batang yang tidak bercabang, misalnya batang tebu.
   Batang tanaman dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : batang berkayu, batang basah, dan batang rumput. Batang berkayu memiliki sifat keras, kuat, dan dapat membesar. Misalnya, batang pohon jambu, mangga, dan jeruk. batang basah bersifat lunak dan berair. Batang basah terdapat pada pohon pisang, bayam, dan talas. Sementara itu, batang rumput dimiliki oleh tanaman padi. Ciri-ciri dari batang rumput ditandai dengan adanya ruas-ruas yang nyata dan berongga.
   Pohon jambu memiliki bagian luar batang yang disebut kulit kayu. Jika kulit kayu tersebut dikupas, maka akan terlihat adanya lapisan berlendir dan licin. Lapisan ini disebut kambium. Jenis tumbuhan yang memiliki kambium seperti pohon jambu termasuk tumbuhan berkeping dua (dikotil). Kambium adalah bagian yang ada di dalam batang yang selalu tumbuh. Adanya kegiatan kambium batang berkayu tumbuh membesar. Oleh karena itu, tumbuhan dikotil dapat mengalami perbesaran batang. Tetapi, kambium initidak dimiliki oleh tumbuhan monokotil, seperti pohon kelapa dan tebu.

2. Fungsi Batang
   Kegunaan batang adalah untuk menopang tubuh tumbuhan. Pada beberapa tumbuhan, batang bercabang-cabang membentuk dahan dan ranting. Pada dahan dan ranting ini melekat daun, bunga, dan buah. Selain itu, batang berguna mengangkut air dan zat hara. Melalui batang, air, dan zat hara diangkut dari akar menuju daun. Pada daun, air, dan zat hara diolah menjadi zat makanan. Setelah diolah, zat makanan tersebut kemudian diedarkan oleh batang ke seluruh bagian tumbuhan. pada beberapa tumbuhan seperti tebu dan sagu, batang berfungsi menyimpan cadangan makanan.

Ada tiga jenis batang yaitu :
  1. Batang basah, yaitu batang tumbuhan yang lunak dan berair, misalnya batang tanaman bayam.
  2. Batang berkayu, yaitu batang tumbuhan yang terdiri dari kayu, misalnya batang pohon mangga.
  3. Batang rumput, yaitu batang tumbuhan yang beruas-ruas dan berongga, misalnya batang padi dan rumput.

C.  Daun
1. Fungsi Daun
Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
1) Membuat makanan melalui proses fotosintesis.
2) Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi.
3) Menyerap CO 2 dari udara.
4) Respirasi.

2. Struktur Jaringan Penyusun daun

Daun berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau. Daun ditopang oleh tangkai daun. Tangkai daun berhubungan dengan tulang daun. Tulang daun bercabang-cabang membentuk jaring jaring pembuluh angkut. Struktur daun dibedakan atas struktur luar dan struktur dalam.

a) Struktur Jaringan luar Daun 
Secara morfologi daun terdiri dari:
– Helaian daun ( lamina ).
– Tangkai daun ( petiolus ), terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun, misalnya rumput.
– Pelepah daun ( folius ), pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta membungkus batangnya. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.





Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun pisang dan daun talas. Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan daun jambu.

Pada lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada empat macam, yaitu:
– menyirip, misalnya pada daun mangga,
– menjari, misalnya pada daun pepaya,
– melengkung, misalnya pada daun gadung,
– sejajar, misalnya pada daun jagung,

Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan menjari. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun sejajar atau melengkung.

b) Struktur Jaringan dalam Daun

1) Epidermis Daun
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas. Bentuk epidermis dan stomata dapat Anda amati pada Gambar 2. dan 3.

Gambar 2. Epidermis dengan stomata

Gambar 3.
Penampang melintang stomata



2) Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.

3) Berkas Pengangkut Daun
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

4) Jaringan Tambahan Daun
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Sekarang kita akan mempelajari perbedaan struktur jaringan penyusun daun Monokotil dan Dikotil tersebut dengan lebih rinci.


D.Bunga
Bunga merupakan bagian tumbuhan yang paling menarik. Hal ini dikarenakan warnanya yang beraneka macam. Bunga biasanya terletak pada bagian ujung batang atau ketiak daun. 
1. Struktur Bunga
   Bunga pada setiap tumbuhan mempunyai bentuk, warna, bau, dan ukuran yang berbeda-beda. Bentuk dan juga warna bunga yang indah selalu menarik perhatian. Bagian-bagian bunga terdiri atas dasar bunga, kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Bunga yang memiliki semua bagian tersebut disebut sebagai bunga lengkap. Jika salah satu atau beberapa bagian tersebut tidak ada, maka bunganya disebut bunga tidak lengkap.
   Tangkai bunga merupakan bagian yang menopang bunga. Di bagian atas tangkai bunga terdapat kelopak bunga. Kelopak bunga melindungi bunga yang belum mekar. Bagian yang paling indah pada bunga adalah mahkota. mahkota bunga biasanya berwarna-warni sehingga menarik perhatian serangga.
   Di sebelah dalam mahkota terdapat putik dan juga benang sari. Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan. Sementara itu, putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Jadi, bunga merupakan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan. Benang sari dan putik tidak selalu terdapat dalam satu bunga. Bunga yang mempunyai benang sari dan juga putik disebut sebagai bunga sempurna. Jika hanya terdapat benang sari atau putik, bunganya disebut bunga tidak sempurna.

2. Fungsi Bunga.
   Bunga merupakan tempat terjadinya penyerbukan. Warna, bentuk, dan bau bunga menarik serangga untuk hinggap. Serangga hinggap untuk menghisap makanannya berupa cairan madu (nektar). Seacara tidak sengaja, serbuk sari menempel pada serangga. Ketika tubuh serangga menyentuh putik, maka serbuk sari tersebut terlepas dari tubuhnya dan terjatuh di kepala putik. Persitiwa inilah yang disebut penyerbukan.
   Setelah mengalami penyerbukan, bunga kemudian mengalami pembuahan. Seketika itu, mahkota dan kelopak bunga akan luruh. Sementara itu, bagian bakal buah mulai menggembung. Bakal buah berubah menjadi buah yang di dalamnya berisi biji.



Sumber:


Prinsip Kesadaran Manusia oleh Ki Hajar Dewantoro Assalamualaikum wr.wb             Melalui blog ini, kali ini saya akan mengu...